Kasus Kematian satu Keluarga di Kalideres, Polisi Tidak Menemukan Unsur Pembunuhan dan Pencurian

Kasus Kematian satu Keluarga di Kalideres, Polisi Tidak Menemukan Unsur Pembunuhan dan Pencurian

 

Orang yang Berita Olahraga Bulutangkis memberikan ancaman itu diperhitungkan ialah Budyanto Gunawan, adik dari Rudyanto Gunawan.

“Tempo hari saya lupa berikan jika ada pengecekan kelanjutan, jika yang berkaitan ada kalimat dari Budyanto. Jika disampaikan pada pihak kepolisian atau RT, kita berdua (Budyanto dan Dian) akan susul mati,” kata Hengki saat dijumpai di kantornya, Jumat, 9 Desember 2022.

Hengki memperjelas jika ringkasan kasus kematian sekeluarga di Kalideres, Jakarta Barat memperkuat tidak ada tindak pidana. Penyidik memandang info karyawan itu pun tidak memberikan indikasi ada perampokan.

“Jadi ini dari segi penyidik makin memperkuat jika tidak ada pembunuhan, perampokan,” katanya.

Beberapa lalu, Hengki menceritakan jika karyawan itu akan mengolah gadai sertifikat rumah atas nama Renny Margaretha Gunawan. Budyanto dijumpai ingin menggadai sertifikat rumah atas nama kakak iparnya itu.

Rumah itu sebetulnya ingin dipasarkan dengan harga Rp1,2 miliar, tetapi tidak juga laris. Hingga pilihan yang lain ialah mengagunkan sertifikat rumah.

3 orang karyawan koperasi taruh pinjam itu tiba ke rumah. Mereka segera diterima oleh Budyanto di muka rumah.

Karyawan itu mengeluh ada berbau busuk di muka rumah itu. Budyanto berargumen wewangian itu datang dari selokan yang lupa dibikin bersih.

Seorang karyawan koperasi berjumpa Dian dan dipersilahkan masuk ke kamar depan untuk menjumpai ibunya. Berbau busuk dalam kamar makin menusuk dan kamar pada kondisi gelap.

Dian memberi pesan ke karyawan koperasi itu supaya tidak menghidupkan lampu kamar karena ibunya peka pada sinar. Saat Dian keluar kamar, karyawan itu menghidupkan lampu senter dari smartphone-nya.

Badan Renny yang tertidur dan tidak bergerak di atas kasur sempat digenggam. Saat disaksikan serta lebih terang, rupanya wanita itu menjadi mayat.

Karyawan itu terkejut bukan kepalang sekalian berteriak takbir. Dian yang ketahui itu memberi respon, ia malah memandang ibunya masih hidup dan teratur diberi minum susu, dimandikan, dan menyisirkan rambut mayat yang mulai rontok.

“Di saat dibangunkan untuk memeriksa sertifikat ini, dipegang-pegang cukup halus, berprasangka buruk. Tanpa setahu Dian, karyawan koperasi taruh pinjam ini hidupkan flash HP-nya. Demikian disaksikan, langsung yang berkaitan berteriak takbir, ‘Allahu Besar! Ini telah mayat!’ Pada tanggal 13 Mei,” papar Hengki di kantornya, Senin, 21 November 2022.

Selanjutnya karyawan itu langsung keluar rumah itu bersama 2 orang partnernya. Budyanto memburu mereka dan memberi pesan agar tidak memberikan laporan pada sesuatu yang barusan dilihat.

“Timeline ini kami cocokkan dengan info saksi-saksi lainnya seputaran TKP, mengatakan memang ini pas waktunya. Kami meminta bukti, mana bukti jika saudara pernah tiba di tanggal 13 Mei. Ditunjukkanlah meta data, rupanya tanggal 13 Mei,” tutur Hengki.

Satu figur yang tidak kelihatan oleh karyawan itu ialah Rudyanto Gunawan. Ia cuma menyaksikan 2 orang yang hidup dan satu mayat yang terkapar di atas kasur kamar depan.

Identitas Mayat yang Wafat di Dalam Rumah

Seperti dijumpai, mereka yang wafat di rumah ialah Rudyanto Gunawan (71 tahun), Renny Margaretha Gunawan (68 tahun), Dian Febbyana Apsari Dewi (42 tahun), Budyanto Gunawan (68 tahun).

Rudyanto dan Renny sebagai pasangan suami istri, Dian ialah anak pada mereka. Dan Budyanto sebagai adik dari Rudyanto.

Jasad mereka dievakuasi pada Kamis malam, 10 November 2022 dari tempat tinggalnya di Block AC5/7 Perumahan Citra Garden 1 Extension Kalideres. Kondisi badan mereka telah membusuk dan dalam status yang berbeda.

Budyanto diketemukan terkapar di ruangan tamu, Dian dan Renny ada di atas kasur kamar depan. Dan Rudyanto ada di kasur kamar belakang.

Simak juga:

Team dokter forensik mengaitkan pemicu kematian sekeluarga di Kalideres karena sakit. Bukan lantaran kelaparan atau pembunuhan.

Dokter forensik pastikan tidak ada pertanda kekerasan di empat jasad sekeluarga yang meninggal di Kalideres.

4 orang dalam kasus kematian sekeluarga di Kalideres tidak meninggal karena kelaparan atau tindak kekerasan

Sosiolog Agama, Jamhari, menentang sekeluarga yang meninggal di Kalideres berpedoman sekte tertentu atau memahami apokaliptik

Penyidik Polda Metro Jaya menyebutkan tidak ada tindak pidana dalam kasus kematian sekeluarga di Kalideres, Jakarta Barat.

Team dokter forensik memaparkan posisi kematian sekeluarga di Kalideres, Jakarta Barat.

Polda Metro Jaya ungkap satu jasad dalam kasus kematian sekeluarga di Kalideres memiliki kandungan zat tamoxifen atau obat kanker payudara

Polda Metro Jaya akan umumkan ringkasan kematian sekeluarga di Kalideres ini hari. Pemicu sekeluarga meninggal itu akan selekasnya tersingkap.

Taliban menyelesaikan mati seorang lelaki yang didakwa lakukan pembunuhan di Afghanistan

Rudolf Tobing sewa unit kamar apartemen secara harian untuk jalankan gagasan menghabiskan nyawa temannya Icha.

 

One thought on “Kasus Kematian satu Keluarga di Kalideres, Polisi Tidak Menemukan Unsur Pembunuhan dan Pencurian

Leave a Reply

Your email address will not be published.