Hal ini bisa membantu Si Kecil memahami objek tertentu

  1. Ikuti semua ucapannya
    Perhatikan suara-suara yang terucap dari Si Kecil. Meski Bunda tidak mengerti maksudnya, ulangi lagi suaranya sesuai yang Bunda tangkap. Dengan begitu, Si Kecil akan merasa sedang berbicara dengan Bunda dan membiasakan diri untuk meniru kata-kata dan nada bicara Bunda.

Ini tentunya akan membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Jadi, bersabarlah dan tetap berikan Si Kecil kesempatan sebanyak mungkin untuk “mengobrol” dengan Bunda.

  1. Berbicara sambil bergerak
    Saat berbicara dengan Si Kecil, Bunda juga harus aktif bergerak dan ekspresif. Misalnya, katakan, “Ayo, kita minum susu,” sambil menggoyang-goyangkan botol susu atau, “Sayangi bonekanya, ya,” sambil mengelus-ngelus boneka tesebut. Begitu pula saat mengajarkannya mengenal bagian-bagian tubuh.
  2. Biasakan membuat narasi
    Meski Si Kecil belum bisa berbicara layaknya orang dewasa, Bunda tetap bisa memakai percakapan sehari-hari saat berkomunikasi dengannya. Misalnya, saat memakaikan baju pada Si Kecil, Bunda bisa berbicara, “Hari ini Adik pakai baju motif bunga-bunga untuk bermain ke taman,” sambil memperlihatkan bajunya.

Hal ini bisa membantu Si Kecil memahami objek tertentu melalui perkataan Bunda. Terapkanlah hal ini pada kegiatan lainnya, seperti saat mandi, memberikan makan, atau mengganti popok.

Biasakan selalu berbicara menggunakan kalimat lengkap kepadanya. Contohnya, ketika ia menunjuk ke arah boneka yang berada di atas meja. Bunda jangan langsung mengambilkannya. Lebih baik ucapkanlah satu atau dua kalimat seperti, “Kamu mau bermain dengan boneka ini?” Ketika dia merespons dengan anggukan atau senyuman, Bunda bisa langsung memberikannya.

  1. Bermain bersama-sama
    Ketika memiliki anak, terkadang orang tua harus bisa berakting menjadi anak kecil. Ajaklah Si Kecil untuk bermain, bermain peran, atau membayangkan sesuatu untuk mengembangkan https://www.felysbakery.com/ kemampuan verbalnya. Misalnya, Bunda bisa mengajak Si Kecil untuk pura-pura menelepon Ayah dengan telepon mainan.
  2. Puji perkembangannya
    Selalu beri pujian, senyuman, dan pelukan tiap kali Si Kecil mengeluarkan suara atau kosakata baru yang baik. Pada umumnya, bayi belajar berbicara dari reaksi orang-orang di sekitarnya.

Kunci utama merangsang berkembangnya kemampuan berbicara anak adalah dengan banyak-banyak berkomunikasi dengannya. Pastikan Bunda juga selalu memakai respons yang positif dan penuh kasih sayang.

Jika Bunda curiga Si Kecil terlambat bicara atau speech delay, jangan dulu terlalu khawatir, ya, Bun. Pada dasarnya, setiap anak memiliki kecepatan tumbuh kembang yang berbeda-beda. Meski begitu, bila anak terlambat bicara, sebaiknya ia tetap diperiksakan ke dokter supaya bisa diberikan penanganan jika memang ditemukan adanya kelainan.

Kenali Gejala Penyakit Bayi yang Berbahaya dan Cara Menanganinya

Penyakit bayi sering kali sulit dikenali karena bayi belum bisa berbicara atau menunjukkan bahwa ia sedang sakit atau merasakan keluhan tertentu. Namun, sebagai orang tua, Bunda harus lebih cermat serta mampu mengenali beberapa gejala dan tanda ketika Si Kecil sakit.

Leave a Reply

Your email address will not be published.