Perangkat lunak yang digunakan untuk mengelola dan memanggil

Audiens atau masyarakat penikmat media ikut serta dalam pesan media
Audiens dianggap populasi yang sangat besar dapat hasil dari suatu transaksi media yang bisa dijadikan dua khalayak sebagai khalayak pasif dan khalayak aktif, keduanya adalah penikmat media. Akan tetapi, dapat menjadi dua kategori yang difergen, di mana khalayak pasif akan jauh lebih menerima suatu pesan yang diberikan media tanpa ada penyortiran untuk kelayakan dalam pembentukan karakter ataupun dalam kehidupan sehari-hari. Sedangkan masyarakat yang aktif lebih memilih suatu isi pesan yang akan disampaikan media.

Pangkalan data atau basis data (bahasa Inggris: database) adalah kumpulan data yang terorganisir, yang umumnya disimpan dan diakses secara elektronik dari suatu sistem komputer. Pada saat pangkalan data menjadi semakin kompleks, maka pangkalan data dikembangkan menggunakan teknik perancangan dan pemodelan secara formal.[1]

Perangkat lunak yang digunakan untuk mengelola dan memanggil kueri (query) suatu pangkalan data disebut sistem kelola pangkalan data (database management system, DBMS). Sistem pangkalan data dipelajari dalam ilmu informasi.[2]

Istilah “pangkalan data” berawal dari ilmu komputer. Meskipun kemudian artinya semakin luas, memasukkan hal-hal di luar bidang elektronika, artikel ini mengenai pangkalan data komputer. Catatan yang mirip dengan pangkalan data sebenarnya sudah ada sebelum revolusi industri yaitu dalam bentuk buku besar, kuitansi dan kumpulan data yang berhubungan dengan bisnis.[3]

Konsep dasar dari pangkalan data adalah kumpulan dari catatan-catatan, atau potongan dari pengetahuan. Sebuah pangkalan data memiliki penjelasan terstruktur dari jenis fakta yang tersimpan di dalamnya: penjelasan ini disebut skema. Skema menggambarkan objek yang diwakili suatu pangkalan data, dan hubungan di antara objek tersebut. Ada banyak cara untuk mengorganisasi skema, atau memodelkan struktur pangkalan data: ini dikenal sebagai model pangkalan data atau model data. Model yang umum digunakan sekarang adalah model relasional, yang menurut istilah layman mewakili semua informasi dalam bentuk tabel-tabel yang saling berhubungan di mana setiap tabel terdiri dari baris dan kolom (definisi yang sebenarnya menggunakan terminologi matematika). Dalam model ini, hubungan antartabel diwakili dengan menggunakan nilai yang sama antartabel. Model yang lain seperti model hierarkis dan model jejaring menggunakan cara yang lebih eksplisit untuk mewakili hubungan antartabel.[4]

Lingkungan pangkalan data
Lingkungan pangkalan data adalah sebuah habitat di mana terdapat pangkalan data untuk bisnis. Dalam lingkungan pangkalan data, pengguna memiliki alat untuk mengakses data. Pengguna melakukan semua tipe pekerjaan dan keperluan mereka bervariasi seperti slot via dana menggali data (data mining),[5] memodifikasi data, atau berusaha membuat data baru. Masih dalam lingkungan pangkalan data, pengguna tertentu tidak diperbolehkan mengakses data, baik secara fisik maupun logis. (Koh, 2005, dalam Janner Simarmata & Imam Paryudi 2006: 33).

Tahapan perancangan pangkalan data
Perancangan pangkalan data merupakan upaya untuk membangun sebuah pangkalan data dalam suatu lingkungan bisnis. Untuk membangun sebuah pangkalan data terdapat tahapan-tahapan yang perlu kita lalui yaitu:[6]

Perencanaan pangkalan data
Mendefinisikan sistem
Analisis dan mengumpulkan kebutuhan
Perancangan pangkalan data
Perancangan aplikasi
Membuat prototipe
Implementasi
Konversi data
Pengujian
Pemeliharaan operasional
Bahasa pada pangkalan data
Terdapat tiga jenis bahasa komputer yang digunakan saat kita ingin membangun dan memanipulasi sebuah pangkalan data, yaitu:

Leave a Reply

Your email address will not be published.