Pratinjau Draft Arizona Cardinals 2007

Arizona Cardinals semestinya menjadi satu diantara team NFL yang dipertingkat di tahun 2006, kemungkinan lakukan perjalanan ke set playoff. Mereka mempunyai semua bakat di dunia saat serang, dengan bintang Running Back, dua yang menerima paling eksplosif di liga, dan quarterback Heisman Trofi untuk boot. Kebalikannya mereka menyamakan rekor mereka dari tahun 2005, menuntaskan dengan rekor 5-11 yang menakutkan dan tak pernah jadi teror untuk membikin postseason.

Permainan Bears-Cardinals ialah di mana musim beralih menjadi yang terjelek. judi Slot Gacor The Cardinals pimpin 20-0 masuk set pertama ada di belakang sepasang umpan touchdown dari Matt Leinart di National TV. Chicago selanjutnya melampaui Cardinals 24-3 di set ke-2 , dengan tidak ada gol Bears yang tiba dari unit ofensif mereka. Edgerrin James membuat rekor kesia-siaan NFL untuk mayoritas carry di dalam permainan sementara rerata kurang dari 2 yard per usaha. Ia cuma mempunyai 55 yard pada 36 carry, rerata cuma 1,5 yard per carry. Ini mayoritas karena minimnya penutupan lari, tempat yang perlu diatasi oleh Cardinals di luar musim, diawali dengan draft.

Leonard Davis diambil sebagai pick keseluruhnya ke-2 di tahun 2001 untuk Cardinals dengan keinginan jika dia akan melabuhkan garis ofensif di status tekel kiri. Ia belum hasilkan dalam enam musim, bahkan juga saat staff pelatih mengalihkannya ke status Penjaga yang lebih gampang untuk terkuasai. Menukar Davis ialah target utama, dan Joe Thomas dari Wisconsin bisa menjadi opsi yang bagus. Permasalahannya ialah Thomas peluang akan jatuh saat sebelum mereka mendapatkan peluang kepadanya. Arizona dapat senang dengan Penn State’s Levi Brown atau Central Michigan Joe Staley di set ke-2 .

Bila Thomas lenyap, konsentrasi tentu harus berpindah ke segi pertahanan bola. The Cardinals ada di rangking 29 dalam Keseluruhan Defense musim kemarin dengan baris pertahanan yang jelek dan sekunder. Arizona 24,3 point per games yang dibuat cuma lebih bagus dari 3 team di semua NFL. Garis pertahanan The Cardinals dipakai dan disalahpergunakan musim kemarin. Bertrand Berry sudah jalani operasi musim akhir beruntun di tahun 2005 dan 2006 yang meliputi robekan trisep tahun kemarin. Ia sudah tampil cuma di dalam 18 laga semenjak 2004, sesudah jalani tahun karier saat ia pimpin NFC dengan keseluruhan 14,5.

Ketidakjelasan disekitaran Berry membuat Arizona memerhatikan Clemson’s Gaines Adams dengan pilih No. Adams akan sanggup membuat kerusuhan dalam umpan 4-3 yang tergesa-gesa, dan secara mudah menjadi pusat pertahanan. Keamanan yang Kuat dan pukulan keras Adrian Wilson tiba dari performa Pro Bowl pertama kalinya di sekunder. Cornebacks Antrel Rolle, David Macklin dan Eric Green jauh dari mengagumkan di tahun 2006, dan keselamatan gratis Robert Griffith peluang akan pensiun saat dia terpasah. Arizona akan menumpuk punggung protektif dalam draft untuk menolong perkuat sekunder mereka tentu.

The Cardinals semestinya tidak mempunyai permasalahan tempatkan bola di zone akhir di tahun 2007 bila mereka bisa tingkatkan baris ofensif. Leinart, James, dan yang menerima Larry Fitzgerald dan Anquan Boldin membuat pokok ofensif yang kuat yang cuma akan jadi lebih baik sepanjang mereka dapat menjauhi cidera. Kepala pelatih baru Ken Whisenhunt akan tiba dari Steelers dan akan mengutamakan pada jalankan bola. Ini akan membuat semakin banyak sela di pertahanan sekunder team musuh dengan membuat mereka menghargai jalannya. Ini memungkinkan Cardinals untuk singkirkan team bila mereka dapat jalankan bola. Russ Grimm tiba dari Pittsburgh dengan Whisenhunt menjadi pendamping pelatih dan menolong baris ofensif. Arizona akan cetak point, tapi itu akan bergantung pada pergerakan yang mereka kerjakan disebelah pertahanan bola, apa mereka bisa capai set playoff atau mungkin tidak.

Leave a Reply

Your email address will not be published.